SOPPENG — Ketidakhadiran Bupati Soppeng, Suwardi Haseng pada acara Konsolidasi Internal Golkar Sulsel II di Kabupaten Soppeng sempat memunculkan berbagai spekulasi. Bahkan sempat beredar rumor bahwa Bupati memang tidak diundang dalam agenda partai berlambang pohon beringin tersebut.

Namun isu itu langsung ditepis Pelaksana Tugas Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan, Muhidin M Said. Usai acara, saat diwawancarai awak media, Muhidin menyebut Suwardi sudah meminta izin karena sedang memiliki agenda penting di luar daerah.

Menariknya, hanya beberapa jam setelah konsolidasi selesai, beredar foto pertemuan Suwardi dan Muhidin di Makassar. Foto itu langsung memantik perhatian publik, terlebih karena keduanya terlihat santai dan akrab.

Saat dikonfirmasi, Suwardi Haseng membenarkan pertemuan tersebut. Namun ia menegaskan, pertemuan itu sama sekali tidak direncanakan.

“Baru tiba dari Jakarta, saya singgah dulu di apartemen Sudirman 31 untuk istirahat. Di Lobby ternyata ada Pak Muhidin juga, baru tiba dari Soppeng, bahkan masih pakai baju kuning Golkar,” ujar Suwardi sambil tertawa.

Keduanya pun sempat saling kaget. Ternyata bukan hanya berada di apartemen yang sama, unit mereka juga berada di lantai yang sama dan saling berdekatan.

Dari pertemuan tak sengaja itu, obrolan keduanya mengalir cukup lama. Namun menurut Suwardi, suasananya lebih banyak diisi candaan layaknya sahabat lama.

“Tidak ada pembicaraan khusus. Biasa saja karena memang tidak direncanakan. Lebih banyak bercandanya, sudah seperti keluarga,” katanya.

Suwardi juga mengungkap hubungan keduanya memang sudah sangat dekat sejak lama. Selain sama-sama berasal dari Cabbenge, ia mengaku kerap meminta arahan kepada Muhidin yang dianggapnya sebagai senior di Partai Golkar.

Bahkan, menurut Suwardi, Muhidin punya peran besar dalam perjalanan politiknya menjelang Pilkada 2024 lalu.

“Pak Muhidin banyak membantu sehingga saya bisa mendapat dukungan Golkar. Waktu itu tidak mudah, karena ada juga yang “menolak” saya mengendarai Golkar. Cari saja jejak digitalnya, pasti masih ada,” ujarnya.

Pertemuan tak disengaja di lobby itu akhirnya justru menjadi gambaran lain dari hubungan keduanya. Dekat secara politik, dekat secara personal, bahkan bertetangga di apartemen yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *